» » PUISI : TEMANKU SI PENJUAL KUE



TEMANKU SI PENJUAL KUE
Oleh : Warnadi


Teng...teng. ..teng...

Suara bel sekolah berbunyi nyaring sekali mirip bel tinju ganti ronde. Aku siap-siap pulang. Ah...senengnya udah pulang kayak gini. Semua siswa-siswa SDN Sekar Wangi berhamburan keluar kelas dengan kompaknya, mirip kuda-kuda balap yang melaju kenceng pas pintu kandang dibuka, hehehehe. Sebelum pulang aku ke kantin dulu.

"Bu Minah, kemaren aku liat ada anak perempuan seusiaku jualan kue disini. Apa Bu Minah tahu siapa anak itu ?"tanyaku sesampainya di kantin. "Eh ning Hesti. Anak perempuan kemaren itu ya. Itu anak saya paling kecil. Hari ini lagi jualan di rumah. Eh ning Hesti belum kenal ya, maklum baru 3 hari dia disini, sebelumnya kan ikut neneknya di desa."jawab Bu Minah panjang banget.

"Anak Ibu ? Kok Ibu nggak pernah cerita kalau punya anak cewek ?"tanya Hesti heran.
"Ya sejak kecil sudah ikut neneknya. Kalau ning Hesti mau kenalan ke rumah Ibu aja sekarang. Pasti ada tuh."

"Baiklah Bu Minah. Saya ke rumah ibu ya ?"Hesti beranjak dari kursi dan siap-siap jalan ke rumah Bu Minah.


Rumah Bu Minah deket ama sekolah. Masuk gang dan sampailah sudah...
"Hai, ada kue apa aja nih ?"sapa Hesti pada anak perempuan itu.
"Aduh kaget aku. Macem-macem lah, ada lemper, ada bikang, ada pukis, ada gorengan. Mau yang mana ?"jawab anak perempuan itu.
"Ngomong-ngomong kamu yang kemaren jualan di kantin Bu Minah ya ?"tanya Hesti tanpa menjawab mau beli kue apa, gitu lho.


"Bu Minah itu ibuku. Sejak ayah dan ibuku nggak bisa lagi kirim uang buat sekolahku, aku kembali kesini dan membantu jualan kue. Aku nggak ngelanjutin sekolah lagi, biar mas aku aja karena dia kan kakak laki-laki.Eh kok aku jadi nangis sih."kata anak perempuan itu sedih dan tak terasa meneteskan air mata.


"Kasihan sekali kamu. Namamu siapa dan seharusnya kamu kelas berapa ?"Hesti tiba-tiba merasa iba.
"Aku Risna, seharusnya kelas 3 tapi nggak bisa sekolah lagi. Dan seharusnya aku masih pengen sekolah lagi."Risna tiba-tiba terisak.


"Risna kamu jangan sedih aku mau kok jadi temenmu. Aku Hesti, kelas 3 juga.Ehm...aku beli lempernya ya."Hesti mencomot lemper dan memeluk Risna yang masih terisak.
"Risna aku ikut sedih jika kamu nggak sekolah lagi. Tapi aku ingin membantu kamu sebisaku ya. Ehm...gini aja gimana kalau mulai besok kamu maen ke rumahku ya. Kita belajar bareng gitu. Aku jadi guru kamu jadi murid. Jadi walau kamu nggak sekolah tapi bisa tetep belajar kan."usul Hesti sambil makan lemper dan menatap Risna dengan mantap.


"Tapi Hesti apa aku nggak ngerepotin kamu nih."
"Ya nggak lah. Aku justru seneng punya teman di rumah. Aku selalu sendirian seabis sekolah. Kamu mau kan jadi temenku.

"Hesti tersenyum manis sekali.

Ya itulah aku, yang hanya bisa membantu anak yang hidupnya nggak seberuntung aku dengan kemampuanku sendiri. Kemampuan anak kecil yang masih SD. Tapi aku percaya ortuku mengijinkan keputusanku ini. Yang penting Risna senang dan Bu Minah, pengelola kantin sekolah yang ibunya Risna juga akan merasa bangga sekali. Aku dan Risna berpelukan," Terima kasih Hesti. Kamu baik sekali sama aku


Editor by > Me

About UPTDDISDIK KAPUAS

Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar: