» » Arikel Pendidikan



 ARTIKEL PENDIDIKAN
( Oleh : Warnadi )
A.     PENDAHULUAN
 1. Latar Belakang
Pada hakekatnya pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang terhadap orang lain agar orang lain memiliki pengetahuan dan keterampilan. Dalam proses pendidikan selalu terjadi perubahan tingkah laku, bukan hanya perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, tetapi lebih dari itu, perubahan yang diharapkan meliputi seluruh aspek-aspek pendidikan seperti aspek kognitik, afektif dan psikomotor.
Ruang lingkup mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di Sekolah Dasar adalam mempelajari sifat-sifat benda, baik benda padat, cair dan gas (udara). Selain itu juga mempelajari konsep-konsep Sains dengan kehidupan nyata serta pengembangan sikap dan kesadaran terhadap perkembangan IPTEK. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sains merupakan pelajaran yang mempunyai peran untuk menyiapkan siswa supaya dapat menguasai dan mengikuti perkembangan IPTEK. Pelajaran Sains yang semestinya indah dan menarik ternyata bagi siswa dianggap pelajaran yang sulit dan rumit. Hal tersebut bagi guru Sekolah Dasar atau guru bidang studi Sains, merupakan suatu tantangan sehingga ia diharapkan dapat melakukan maupun menciptakan karya-karya kreatif dan inovatif dalam pembahasan sifat-sifat benda untuk dapat meningkatkan minat dan aktivitas dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
Penggunaan  alat peraga dalam kegiatan pembelajaran bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami konsep-konsep Sains untuk dipelajari agar siswa berhadapan pada konsep nyata bukan hanya sekedar teori.
Berdasarkan uraian di atas proses pembelajaran dengan materi, memahami sifat-sifat benda, perlu diadakan perbaikan-perbaikan dengan berbagai cara untuk meningkatkan mutu perbaikan Sains di SD, yaitu dengan menggunakan alat peraga Senapan Bambu. Topik yang dimaksud adalah : “Penggunaan Senapan Bambu Untuk Meningkatkan Pemahaman Sifat-Sifat Benda Sebagai Upaya Mewujudkan Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenagkan.”  



2.    Rumusan Masalah
        Secara umum penelitian tindakan ini adalah : Bagaimana perangkat pembelajaran IPA senapan bambu dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memehami sifat-sifat benda.
       Secara khusus permasalahan yang diteliti sebagai berikut:
a.  Apakah alat peraga senapan bambu dalam pembelajaran sifat-sifat benda dapat menjadikan siswa lebih aktif,inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan ?
b. Apakah alat peraga senapan bambu dapat mengingkatkan kemapuan siswa dalam pembelajaran sifat-sifat benda ?
3. Tujuan Penelitian
      Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk mengetahui bahwa :
a. Alat peraga senapan bambu dapat menjadikan siswa lebih aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan alam pembelajaran sifat-sifat benda.
b. Alat peraga senapan bambu dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran sifat-sifat benda.

B.  KAJIAN PUSTAKA
1.  Pembelajaran IPA ( Sains )
               Ilmu Pengetahuan Alam sebagai disiplin ilmu dan penerapannya dalam masyarakat membuat pendidikan IPA menjadi penting. Tetapi pengajaran IPA yang bagaimanakah yang paling tepat untuk anak-anak sekolah dasar, Sesuai dengan struktur kognitif anak-anak ,mereka harus diberikan kesempatan untuk berlatih keterampilan–keterampilan  diharapkan akhirnya mereka dapat berpikir dan memiliki sikap ilmiah yang berdasarkan dengan tahap perkembangan kognitifnya.
Mengamati apa yang terjadi,mencoba memahami apa yang diamati.Mempergunakan pengetahuan buru untuk meramalkan apa yang akan terjadi,menguji ramalan-ramalan di bawah kondisi-kondisi untuk melihat apakah ramalan tersebut benar. Paolo dan Marten ( dalam Carin,1993:5 )
                  Dalam pembelajaran diharapkan dapat menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga siswa akan terus termotivasi dari awal sampai akhir kegiatan. Dengan situasi dan kondisi pembelajaran yang menyenangkan siswa akan tertarik baik pada pelajaran yang sedang dipelajari maupun kepada sosok guru secara pribadi  Mulyasa,( 2003 : 45)
  2. Pembelajaran Yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan
a.     Pembelajaran
Meliputi semua aktivitas belajar mengajar. Pelatihan tidak hanya dititik beratkan pada Output Quality (kualitas lulusan), melainkan juga pada Prcess Quality (kualitas proses).
b.       Aktif
 Dengan menciptakan suatu kondisi di mana siswa dapat berperan secara aktif, kegiatan lebih terpusat pada siswa, sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator.
c.       Inovatif
Dengan merancang atau mendesain alat bantu pembelajaran dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah,baik yang moderen maupun yang sederhana.
d.       Kreatif
Dengan menciptakan suatu kondisi yang dapat menumbuhkan kreativitas guru dan juga siswa baik secara individu maupun kelompok.   
e.       Efektif
                Efektivitas proses pembelajaran ditandai dengan suatu kegiatan yang tepat sasaran, berdaya guna dan bergasil guna
f.         Menyenangkan
                Pembelajaran harus dibuat dalam kondisi yang menyenangkan sehingga siswa akan terus termotivasi dari awal sampai akhir kegiatan. Dengan situasi dan kondisi pembelajaran yang menyenangkan siswa akan tertarik baik pada pelajaran yang sedang dipelajari maupun kepada sosok guru secara pribadi (E.Mulyasa, 2003 : 45)
Kreativitas guru sangat dipengaruhi oleh komitmen dan kemampuan guru itu sendiri. Tanpa komitmen yang tinggi tidak akan mendapat suatu hasil pembelajaran yang memuaskan.


3.    Karakteristik Pembelajaran Aktif, Kreatif,Efektif dan Menyenangkan
a.    Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman kemampuan mereka pada penekanan pada belajar melalui berbuat.
b.    Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
c.                             Guru menerapkan cara belajar yang lebih kooperatif dan interaktif.
d.    Guru mendorong siswa untuk menemukan cara sendiri dalam pemecahan suatu masalah, mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.               
4.    Media Pembelajaran
        Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau :” Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sunber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan difinisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu,Briggs(1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku,film,video dan sebagainya. Sedangkan, National Edukation Association ( 1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar,termasuk teknologi perangkat keras.Pendapat serupa ditemukan oleh Sukayati (2003)yang menyatakan bahwa media pembelajaran adalah sebagai semua benda yang menjadi perantara dalam terjadinya pembelajaran dari keempat pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan,dan merangsang fikiran,perasaan,dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong tercapainya proses belajar pada diri peserta didik.
           Adapun batasan yang diberikan, ada persamaan-persamaan yang dapat dikombinasikan bahwa :
“Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi” (Sadiman et al dalam Depdiknas 2004 : 13).
a.                                                     Fungsi Media
            De Porter dan Hernacki dalam Depdiknas, dalam bukunya Quantum Learning, “ Bahwa media visual / alat peraga dapat menciptakan lingkungan yang optimal, baik secara fisik dan mental” (200,2004 : 13). “Sebagai alat bantu, media media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pengajaran” (Djamarah dan Zain, 2002 : 138). Hal terpenting adalah bahwa media mampu mendorong siswa untuk berbicara, menulis dan dengan menggunakan media proses belajar mengajar dan hubungan antar guru-siswa akan terjalin lebih efektif.    
b.                                                     Alat Peraga Senapan Bambu
            Senapan bambu merupakan sebuah alat permainan yang sederhana dipergunakan untuk bermain anak-anak terutama di daerah pedesaan, untuk bermain perang-perangan. Senapan bambu sesuai dengan namanya bahannya dari bambu kecil yang mudah didapat terutama di daerah pedesaan, pelurunya terbuat dari kertas bekas (koran) yang telah dibasahi, dapat juga dari bunga lamtoro atau daun-daun yang lemah.

C.  METODE PENELITIAN
i.                                                                                                 1. Setting Penelitian
               Penelitian tindakan ini dilakukan di SDN 3 Teluk Palinget  Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas,  kelas IV (empat), dari tanggal 01 Oktober s.d 10 Desember 2010, dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang.
2.   Rancangan  Penelitian
           Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas.
            Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti menggunakan desain model Kurt Lewin. Konsep pokok penelitian tindakan  Kurt Lewin terdiri empat komponen yaitu :(1)Perencanaan (Planning), (2)Tindakan (acting), (3)Observasi (observing), dan (4) Refleksi (reflecting).
3. Persiapan Penelitian
                 Persiapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : Peneliti membuat Rencana Pembelajaran , Peneliti membuat instrumen penelitian , Peneliti membuat alat peraga senapan bamboo, dan  Peneliti membuat aspek penilaian 

4. Deskripsi per siklus
    Penelitian tindakan dilakukan dalam tiga siklus yaitu siklus kesatu, diadakan perbaikan pada siklus kedua dan dilanjutkan pada siklus ketiga.
            Pada dasarnya pelaksanaan pembelajaran dari setiap siklus sama, akan tetapi diadakan perbaikan-perbaikan pada siklus berikutnya sesuai hasil dari pengamatan dan hasil prestasi belajar siswa.
     Siklus kesatu :
        a. Perencanaan (Planning )
 Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perencanaan adalah sebagai berikut:
           1. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran,sebagai dasar pelaksanaan   di kelas.
       2. Melakukan diskusi dengan pengamat untuk membahas pelaksanaan tindakan.
          
       b. Pelaksanaan (Acting)
      -  Kegiatan awal adalah : Memotivasi siswa sebelum pembelajaran dimulai.
      -. Kegiatan inti
           1. Guru memperlihatkan alat peraga senapan bambu kepada siswa.
           2. Siswa membetuk kelompok,tiap-tiap kelompok terdiri dari lima siswa.
           3.Guru menjelaskan materi tentang sifat-sifat benda
           4.Wakil dari masing-masing kelompok maju untuk mengambil alat peraga senapan bambu untuk melakukan demontrasi,  kemudian didiskusikan dengan kelompoknya.
       5. Masing-masing kelompok melalui wakilnya menyampaikan hasil kerja
           kelompoknya.
          7. Kelompok yang lainya memberikan tanggapan , kritik dan saran
          8.Diadakan test akhir pembelajaran secara individual.
       -  Kegiatan akhir adalah : Memberikan penguatan pada materi yang telah dipelajarai
      c. Pengamatan (Obseving)
           Observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung,
       d. Refleksi
  Refleksi dilakukan setelah seluruh kegiatan pembelajaran setiap slklus selesai. Kegiatan  refleksi ini dilakukan antara peneliti dan pengamat untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
        e. Prosedur pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik,test,wawancara dan pengamatan  lapangan.
   - Test dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kesulitan siswa dalam   memahami ciri-ciri khusus hewan. Pada awal penelitian, test jugu diberikan pada setiap tindakan,untuk memperoleh kemajuan siswa dalam memahami materi sifat-sifat benda.
  - Wawancara dimaksud untuk menggali informasi kesulitan siswa dalam memahami konsep menyederhanakan pecahan,karena peneliti mengalami kesulitan memperoleh dari hasil pelajaran atau melalui observasi.
 - Pengamatan lapangan untuk melengkapi data,catatan lapangan yang memuat segala kegiatan peneliti maupun siswa selama proses tindakan berlangsung.
5. Perbaiakan-perbaikan yang dilakukan pada siklus kedua dan ketiga.
     a. Perbaikan pada siklus kedua
         Proses pembelajaran pada siklus kedua sama seperti pada siklus kesatu namun diadakan perbaikan-perbaikan beberapa aspek yang belam terlaksan pada siklus kesatu, yaitu :  Dalam pembagian kelompok guru menempatkan siswa yang mempunyai kepandaian diatas rata-rata untuk mewakili di masing-masing kelompok. Dengan tujuan dapat memotivasi kelompoknya.dan guru benar-benar berperan sebagi fasilitator.

     b. Perbaikan pada siklus ketiga
         Proses pembelajaran pada siklus ketiga megacu pada hasil perbaikan pada siklus kedua dan dilakukan proses pembelajaran yang lebih bermakna dengan mengekplorasi kompetensi siswa. Dan guru disamping sebagai fasilitator juga berperan sebagai moderator dari pembelajaran.
          
6. Teknik Pengumpulan dan analisis data
          Data dikumpulkan dengan teknis tes individu,kerja kelompok, dan lembar observasi dan dianalisis dengan meredaksi, penyajian dan penarikan kesimpulan berdasarkan kompetensi dasar yang telah ditetapkan apabila data kualitatif mencapai kategori baik dan secara kuantitatif mencapai skor rata-rata 66,7.
        Berdasarkan penetapan kreteria di atas dapat dinilai KD berdasarkan rumus
                                                           A+B+C X 100
                                 Nilai akhir =                                 = Nilai KD
                                                                   9
        Sesuai dengan permasalahan yang diteliti,maka Kompetensi Dasar yang ingin   dicapai adalah :
a.   Kompleksitas ( Tingkat kesulitan )               :  sedang  : 2      
b.   Daya dukung ( Sarana dan bahan ajar )   :  sedang  : 2    
                  c.   Intake ( Pengalaman siswa yang lalu )     :  sedang  : 3
                    ( 2+2+2 ) x100    6x100
        Jadi =                           =            = 66,70  (dibulatkan 70,00)
                             9                     9                                                 
      Kemampuan siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan rentang nilai :
       1. tinggi               :  81 -  100                                  
       2. sedang            :  61 -  80                                        
       3. rendah             :  41 -  60
       4. sangat rendah :   0 -  40

7.       Indikator Kerja.
            Data yang telah terkumpul dipergunakan untuk menilai keberhasilan tindakan yang dilakukan. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas SDN 3 Teluk Palinget, secara kuantitatif 66,70 dan secara kualitatif kategori baiak.

D.  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Deskripsi Data
a.Data siswa dan guru dalam pembelajaran
TABEL  D.1
Data observasi guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran setiap siklus
No
Aspek Pengamatan
SIKLUS


I
II
III
1
Aktivitas siswa
a.       Perhatian siswa
b.      Partisipasi
c.       Mengerjakan LKS
d.      Menemukan konsep                                      
e.       Menerapkan konsep
f.Memahami materi                                  
g.       Merangkum

2,85

4,4

4,7
2
Aktivitas Guru
a.       Memotivasi siswa
b.      Membimbing siswa
c.       Memberikan evaluasi
d.      Meberikan penguatan
e.       Memberikan umpan balik

2,80

4,2


4,2
3
Pengelolaan waktu
3
4
4
4
Pengamatan suasana kelas
a.       Antusias siswa dalam proses pembelajaran
b.      Antusias guru dalam menyampaikan materi

3

4

4,5

b. Data hasil kerja kelompok.
TABEL D. 2
Hasil kerja kelompok siswa setiap siklus


NOMOR

KELOMPOK

SIKLUS

Jumlah

Rata-rata
I
II
III
1
I
55
62,5
67,5
185
61,66
2
II
62,5
65
70,0
197,5
65,83
3
III
57,5
67,5
75,0
200
66,66
4
IV
60
67
72,5
199,5
66,50
Jumlah
235
262
282


Rata-rata
58,75
65,50
71,12







c. Data hasil prestasi siswa dari setiap siklus
TABEL D.3
Data hasil prestasi siswa dari siklus 1 sampai 3

NO
KODE
S I K L U S
KET
I
II
III
1
4.1
62.5
70
75

2
4.2
52.5
70
72.5

3
4.3
55
70
70

4
4.4
52.5
70
70

5
4.5
60
65
75

6
4.6
52.5
70
70

7
4.7
60
70
75

8
4.8
62.5
75
85

9
4.9
60
75
75

10
4.10
62.5
77,5
85

11
4.11
52.5
65
75

12
4.12
52,50
75
75

13
4.13
65
70
75

14
4.14
55
70
72.5

15
4.15
65
70
75.5

16
4.16
60
75
75

17
4.17
62.5
77,5
85

18
4.18
52.5
65
75

19
4.19
52,5
75
75

20
4.20
65
70
75

21
4.21
55
70
72.5

22
1.22
65
70
75.5

Jumlah
1.282,5
1.490
1.640,5

Rata-rata
58,30
67,72
74,56

Nilai Tertinggi
65
77,5
80

Nilai Terendah
52,5
65
70


2. Pembahasan setiap siklus
    a. Situasi belajar mengajar pada siklus I.
 1). Aktifitas siswa rata-rata 2,8, dengan kategori cukup, aktifitas guru rata-rata 2,8 dengan kategori cukup, pengelolaan waktu 3, dengan kategori cukup dan pengamatan suasana kelas rata-rata 3 dengan kategori cukup
 2). Hasil belajar Siklus I.
Berdasarkan data yang diperoleh, hasil belajar siswa pada siklus I belum mencapai indikator penelitian, yaitu nilai rata-rata 58.30 sesuai dengan kompetensi dasar. Indikotor keberhasilan dalam penelitian  skor rata-rata adalah 66,70. Dengan demikian diperlukan langkah-langkah penyempurnaan pada siklus berikutnya.
 b. Situasi belajar mengajar pada siklus II.
     1).Aspek aktifitas siswa rata-rata 4,4, dengan kategori baik, aktifitas guru rata-rata  4,2 dengan kategori baik, pengelolaan waktu 4, dengan kategori cbaik dan pengamatan suasana kelas rata-rata 4 dengan kategori baik.
2). Hasil belajar Siklus II.
          Berdasarkan data yang diperoleh, hasil belajar siswa pada siklus II telah mencapai nilai rata-rata 67,72 sesuai dengan Kompetensi Dasar yang ditetapkan sekolah yaitu 66,70, sebenarnya telah tercapai namun peneliti masih perlu mengadakan perbaikan lagi pada tindakan siklus III.
c. Situasi belajar mengajar pada siklus III.
     1). Aspek aktifitas siswa rata-rata 4,7, dengan kategori baik, aktifitas guru rata-rata 4,5 dengan kategori baik, pengelolaan waktu 4, dengan kategori baik dan pengamatan suasana kelas rata-rata 4,5 dengan kategori baik.
2). Hasil belajar Siklus III.
          Berdasarkan data yang diperoleh, hasil belajar siswa pada siklus III telah mencapai  indikator,yaitu nilai rata-rata 74,56  sesuai dengan Kompetensi Dasar yang ditetapkan sekolah oleh 66,70, proses pembelajaran sudah berhasil dengan kategori baik.

            Hasil yang diperoleh pada siklus III dalam pembelajaran sifat-sifat benda dengan menggunakan alat peraga senapan bambu mencapai nilai rata-rata 74,56. Maka pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan kondisi yang menarik dan menyenangkan siswa SDN 3 Teluk Palinget kelas IV dapat dikategorikan baik.

E.      KESIMPULAN DAN SARAN
a.                                                                Kesimpulan
             Berdasarkan uraian di depan dapat disimpulkan beberapa hal pokok sebagai berikut :
1.    Alat peraga senapan bambu dapat menjadikan siswa lebih aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran sains dengan tema bentuk dan sifat-sifat benda, dengan indikator semua siswa dapat mengikuti dalam pembelajaran.
2.    Alat peraga senapan bambu dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran bentuk dan sifat benda dengan indikator pada siklus ketiga    100 % siswa tuntas. 
b.                 Saran-saran 
1.    Untuk membuat kelas menjadi aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru diharapkan menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan proses belajar mengajar.
2.    Media pembelajaran yang digunakan harus sesuai dengan tema yang akan diajarkan.





DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional, 1999. Penelitian Tindakan Action Research. Jakarta : Ditjen : Penerbit Rineka Cipta
E. Kuraesin, 2004. Belajar Sains 4 dengan Orientasi Keterampilan Eksperimen. Bandung : Sarana Panca Karya Nusa
E. Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep Karakteristik dan Implementasi. Bandung : Remaja Rosda Karya
Porter De Bobbi and Hernacki Mike, 2004.  Quantum Learning. Bandung : Kaifa
Rahardi Arito Drs, 2003.  Media Pembelajaran. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional
Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi. 2004 Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Bumi Aksara
Suharsimi Arikunto, 2010 Penelitian Tindakan untuk Guru,Kepala Sekolah dan Pengawas Jogjakarta : Aditya Media
Suroso Mukti Leksono, Dkk, 2004, Sains Modern 4. Jakarta : Widia Utama
Yohanes Surya, 2002, IPA Dibuat Asyik. Armandelta Selaras. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Bapak/Ibu dan rekan-rekan guru moga tulisan saya ini sedikit ada manfaatnya 


About Warnadi nardi

Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: