» » AZAS BELAJAR AKTIF




Sahabat Bloger yang bidiman kali ini saya akan memberikan artikel tentang azas belajar aktif pada siswa. Langsung saja  ya .
Pada hakekatnya, belajar adalah wujud keaktifan siswa walaupun derajadnya tidak sama antara siswa satu atau dengan yang lain dalam suatu proses belajar mengajar di kelas.

Sementara kata “ Aktif “ sendiri terdapat dalam bermacan – macam bentuk, seperti : mendengarkan, menulis, membuat sesuatu, mendiskusikan. Tetapi terdapat banyak keaftifan yang tidak dapat dilihat dengan mata atau tidak dapat diamati, misalnya : menggunakan khasanah ilmu pengetahuannya untuk memecahkan masalah, memilih teorema – teorema untuk membuktikan proposisi , melakukan asimilasi atau akomodasi untuk memperoleh ilmu pengetahuann baru.
Kesemuanya itu menurut Mc Keachie ( 1954 ) sangat tergantung pada keterlibatan intelektual – emosional. Jadi yang dimaksud siswa belajar secara  aktif adalah belajar dengan melibatkan mental ( intelektual –emosional ) walaupun dalam banyak dal diperlukan keaktifan phisik
Agar siswa dapat berhasil baik dalam belajar, maka dia harus terlibat aktif dalam aspek mental dan fisiknya. Kadar keaktifan siswa dalam belajar terdapat dalam rentang keaktifan antara Teacher – centered lawan student – centered. Kadar keaktifan tersebut ditentukan oleh demensi ( Mc Keaachie, 1954 ) yaitu sebagai berikut :
1.    Partesipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran
2.    Tekanan pada afektif dalam pembelajaran
3.    Partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran, terutama berinterajksi antar siswa
4.    Penerimaan guru terhadap perbuatan dan kontribusi siswa yang kurang relevan bahkan salah sama sekali
5.    Kekohesifan kelas sebagai kelompok
6.    Kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan – keputusan penting dalam kehidupan sehari – hari
7.    Jumlah waktu yang digunakan untuk menanggulangi masalah pribadi siswa baik berhubungan atau pun tidak berhubungan dengan mata pelajara.
Berbekal pada ketujuh dimensi tersebut dapat diterapkan dalam pengelolaan pembelajaran dengan menerapkan variasi metodologi: ekspositori, penemuan, diskusi klasikal dan kelompok, pemecahan masalah.
Banyak kejadian dalam praktik pembelajaran dimana guru cenderung mendominasikan kelas dengan metode ceramah, dan siswa lebih banyak diam mendengarkan atau pura – pura mendengarkan karena takut kepada guru.  siswa kurang didorong untuk memahami konsep dengan interaksi yang intensif antara guru dan siswa dan siswa – siswa lainnya. Hal ini perlu disadari oleh guru untuk terus menerus menyesuaikan cara mengelola pembelajaran dengan kaidah – kaidah atau dimensi keaktifan siswa dalam belajar.
Demikian artikel ini dimuat,  semoga dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi guru di dalam melaksanakan tugasnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Salam buat Guru – Guru Semua  yang tetap semangat dalam mengemban tugas yang mulia ini.

About Sahruji Uzzey

Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: